Liburan, Jalan-jalan Murah ke Alun-alun Bandung

moodku Orang Jawa Barat siapa yang tidak tau Alun-alun Bandung yang merupakan pusat kota atau downtown dari kota Bandung dan Jawa Barat, orang-orang selain dari Jawa Barat pun sudah tentu mengetahuinya, baik karena pernah mengunjungi atau sekedar mendengar dari berita dan melihat dari internet.

Alun-alun Bandung bukan hal aneh bahkan sudah biasa bagi orang-orang khususnya Bandung dan sekitarnya, setiap hari tempat ini selalu ramai oleh pengunjung dan membludak di hari-hari libur, mereka selalu datang dan datang kembali!

Alun-alun Kota Bandung

Perjalanan

Beberapa orang yang tinggal dan bekerja di Kota Cimahi dan setiap hari libur kerja tiba selalu menyempatkan untuk mengunjungi tempat-tempat lain di Cimahi atau Bandung dan sekitarnya, kali ini saya mengunjungi Alun-alun Bandung (untuk yang kesekian kalinya) untuk mengisi hari libur yang akan sangat membosankan bila hanya berdiam diri saja!

Jalan Pabrik Oriental

Ini adalah jalan oriental. Begitulah orang sekitar biasa menyebutnya. Merupakan jalur pintas yang menghubungkan kelurahan Cigugur Tengah menuju Jalan Leuwigajah. Melalui tempat ini adalah rute tercepat bila ingin menuju ke Cimindi dari Cigugur Tengah. Saya membahas jalan ini karena jalan inilah yang dilewati untuk memulai perjalanan.

Dari Cigugur Tengah menuju ke Cimindi, dari Cimindi naik angkot jurusan Leuwipanjang-Padalarang atau Cimahi-Stasion.

Sampailah di station Cimahi, maka turunlah disana. Dari sini kita mau naik bus Damri atau pun naik angkot lagi bisa. Jika ingin naik Damri maka naiklah Damri yang mana saja, karena hampir semua Damri melewati Alun-alun Bandung. Lebih disarankan untuk naik Damri karena lebih murah dan lebih nyaman tentunya.

Tapi perjalanan kali ini dari Cimahi setelah sampai di station Cimahi tidak menggunakan Damri melainkan menggunakan angkot alasannya karena lebih ingin “lokal”! Nah bila naik angkot maka angkot yang dinaiki adalah angkot berwarna merah dan bertuliskan Elang, angkot ini dari station Cimahi langsung menuju Alun-alun Bandung.

Perjalanan menggunakan angkot ternyata cukup melelahkan karena berdesakan dengan penumpang lain, dan bila cuaca sedang panas akan cukup menguras energi karena keringat yang terus mengucur bisa menyebabkan sedikit dehidrasi, apalagi bila ditambah dengan macet ooh lengkaplah sudah rasa tidak nyaman itu! Tapi seperti itulah kehidupan lokal diperkotaan, bagi yang belum terbiasa mungkin cukup melelahkan tetapi bagi mereka yang sudah terlahir dan hidup di kota ya biasa saja.

Meski terlihat simpel perjalanan menggunakan transportasi umum ini, namun cukup membuat lelah dan tidak nyaman karena saya merupakan seorang anak rantau dari kampung pegunungan yang hijau yang notabene udaranya sangat sejuk dan nyaman meskipun cuaca sedang panas, jadi belum terbiasa !

Sampai

Akhirnya sampailah di dekat Alun-alun Bandung, kenapa di dekat? Karena kami turun sebelum angkot benar-benar tiba di tempat tujuan, alasannya karena ya itu tadi sudah tidak kuat :-D. Selain itu juga ingin merasakan sensi berjalan kaki di perkotaan sambil mendengarkan musik kesukaan menggunakan earphone, seperti yang orang-orang biasa lakukan!

Masjid Alun-alun Bandung

Ketika tibanya ditujuan tempat ini ramai sekali lebih ramai dari sebelum-sebelumnya saya kesini, kali ini ada banyak orang yang memakai kostum Cosplay dari berbagai karakter dalam film seperti Naruto, Gundam dan bahkan hantu Valak dan Transformer! Well ternyata hari minggu di Alun-alun Bandung lebih ramai dan lebih menarik.

Tidak banyak hal yang saya lakukan disana, hanya menunggu waktu adzan ashar tiba dan melakukan shalat ashar berjamaah bersama orang-orang yang datang dari berbagai penjuru Bandung atau pun kota lain.

Ketika tiba saatnya masuk kedalam area mesjid untuk berwudu, waaah… rasanya seperti hilang semua beban dan rasa lelah di badan ini, betapa sejuk dan menenangkannya tempat ini saya pikir. Ketika shalat berjamaah merupakan sensasi yang luar biasa, seperti ada perjalanan spiritualnya disana, ini baru mesjid agung Bandung, bagaimana bila di masjidil haram Mekah? Akan sangat-sangat lebih dari sekedar luar biasa, itu selalu menjadi salah satu mimpi besar, semoga menjadi nyata amiin.

Kesimpulan

Perjalanan ini tidak hanya sekedar mengisi waktu libur dan juga bukan tentang seberapa banyak tempat yang saya singgahi selama perjalanan atau berapa biaya yang  dikeluarkan untuk memuaskan diri membeli atau menggunakan sesuatu. Ini adalah tentang mood yang menginginkan perjalanan penuh makna untuk mengisi waktu luang melihat sesuatu yang baru di perjalanan dan belum pernah dilihat sebelumnya. Tentunya sambil tetap melakukan sesuatu yang berguna. Maklum karena merupakan anak rantau dari kampung dan masih “polos” hehee…

Semoga dapat berguna bagi bagi kita semua, terima kasih.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *